Orang Tua Ruhaniah


 RUH 

Ada yang memandangNYA dari keesaan dzatNYA menuju kemajemukan Wujud. 
Ia seperti mentari yang mencahayai ketakhinggaan mata hingga mereka melihat. 
Ada yang memandangNYA dari kemajemukan wujud menuju keesaan DzatNYA. 
Ia seperti seluruh mata yang melihat karena pancaran mentari.


               Orang Tua Ruhaniah seperti halnya Matahari dan anakanak ruhaniahnya adalah rumahrumah yang mendapatkan cahaya melalui jendelajendela sehingga menjadi terang dan hidup. semakin banyak jendela maka semakin banyak kemungkinan cahaya yang masuk. Semakin banyak cahaya yang masuk semakin bertambah energinya. Semakin banyak banyak cahaya yang meliputi rumah semakin tak terlihat sebagai rumah tetapi yang terlihat adalah cahayanya yang germerlap seperti bintang.
           Hati adalah rumah dan Mata hati adalah jendela rumahnya. semakin lebar jendelanya semakin luas pandangan matanya. semakin banyak jendelanya semakin berwarna warni dan banyak pula sudut pandangnya.

Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, 
menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan. [QS. AL MAIDAH 5:15]


Ruh adalah kesadaran semesta dalam rasa Esa.
Mustahil baginya gundah dan resah.
Karena ia ensensi air di samudera hidup.
Esensi nafas yang dihirup semesta alam.

Manusia bak rumah tersiram cahaya lewat jendela.
Saat dalam wadah, kesadaran hanya sebatas bentuk.
Yang diliputi perbedaan.

Kesadaraan tiada butuh wadah.
Ia adalah cinta yang mengalir LIAR.
Kepada tubuh siapa ia turun, tiada terkekang.
DI BULAN MULIA

         

Comments

Popular posts from this blog

Kalam Hikmah Syaikh Hizboel Wathony

SAJAK AKU

Matematika Tauhid 1