SAJAK TUHAN PROTES PADAKU


بسم الله ا لر حمن ا لرحيم

Protesku padaMu
TasbihMu padaku

Setelah minumcangkircangkir mahabbat.

Biarlah sejadahsejadah terbangkan munajat.
Merobohkan mesjidmesjid diri sahwat ibadat.
Tuk Bersimpuh dalam cinta di pintu rahmat.
Duduk diam dalam kholwat surya Ahdiyat.

Setelah meminum anggur  muwahid
Entah kemana wujud imanku.
Hilang!
Arak murni ini terlalu keras
Keras keraaas!.

Malaikatmalaikat bersimpuh bak kerabat
Kulihat hanya bayang-bayang semu memikat
Kulempar malaikat maut
 seperti serpihan gelas memucat.

Takdirdemitakdir seperti untaian kalung air
 tiada berarti melingkar tiada wujud
hilang oleh ta’yunku ya ta’yunmu.

Nabinabi dan rosulrosul seperti patung
Yang dipahat rasa ahdiyat.
Hilang tertelan narasi wahdiyat.

Narasinarasimu dimana?
Imaginasimu yang mengadaada.
Kitab Kosong!

Allah Allah Allah dimana engkau
Kucari-cari tiada kulihat
Kukupas sekam
kuremukan bulir
tiada juga adamu
hilang dalam wujud
hampa Ahdiyat..



ProtesMu padaku
Sujudku padaMu

Sudah kuikuti perintahmu. Namun ternyata engkau hanya ingin jadi Tuan!. 
Kulakukan Dhuha tiap pagi.Tetapi engkau malah mengirim
sekeranjang kemudahan., “Bukan.Bukan Itu”.

Kuhentikan dhuha.
Lagilagi engkau protes dengan sengatansengatan lebah penagih hutang dan tangisan anak lapar. 
Engkau benarbenar hanya ingin jadi majikan!. “Ya. Ini lebih baik bagiku, aku merasa engkau perhatikan”.

Lalu kutertawakan engkau disarangmu. Sudah kupersiapan senapan tua tuk menyerangmu. 
Tetapi malah kau masukan aku kedalam sarangmu. Sengat demi sengat  sakit, “Duhai puting lebah madu! Maaf beribu maaf aku menghisapmu”.

Menghisap madumu terasa seperti menghisap puting susu ibuku. Aku merasa seperti bayi yang selalu kau suapi. Kau belai rambutku meminyaki tubuhku. Mengharumiku dengan wewangian.

Oh aku sadar kini  kau memprotesku dengan menjadi pelayanku!.
Menjadi wakilku mengurusi segala keperluanku.Aku ingin melihat kegelisahanmu.

Dan menjadikanku patung 
Yang Kau pahat dengan RasaMu


الحمدلله رب العلمين
.

Comments

Popular posts from this blog

Kalam Hikmah Syaikh Maulana Hizboel Wathony

SAJAK AKU