Menuju Nama Allah

بسم الله ا لر حمن ا لرحيم





Menuju Nama Allah

Oleh Winar To



Haruskah

membenamkan namaNya di ufuk barat

Sedangkan Dia

Bukan sebutan biasa

Bukan sebutan alam

Bukan suara

Bukan symbol

Bukan imaginasi

Bukan bunyi-bunyian



Sedalam apapun mutiara terbenam di bumi
Ia tetap bersinar,
 Keindahanya menembus langit.



Apakah cinta hanya sekedar untuk tubuh? Tentu tidak, jika mencintai zatNya tentu semestinya mencintai namaNya, sifatNya dan PerbuatanNya. MengagungkanNya lalu tunduk dan bersimpuh sekalipun hati gemeretak tak menerima, sekalipun jiwa mengutuk nama-Nya, jasad tetaplah tunduk bersujud, semoga kutukan berubah ridho kepadaNya.



Banyak diantara musafir yang menuju kepada Allah terhenti diperjalanan bahkan tersesat di rimba belantara imaginasi, pemisalan, symbol nama-nama karena tak memahami nama Allah dengan benar.Memanggil namaNya terus memanggil, menyebut tapi Allah tak pernah datang.



Kemudian menyamakan Nama Allah dengan nama tuhan-tuhan lain selain Allah dengan dalih hakikat dan pluralisme.



Seolah nama-nama tuhan selain Allah muncul bersamaan munculnya dengan munculnya nama Allah.



Padahal jika ada tuhan-tuhan selain Allah, maka tuhan-tuhan itu pasti akan menyembah Allah.



Nama-nama tuhan selain Allah adalah makhluk yang diciptakan oleh imaginasi/tafsiran manusia.



Segundang nama selain Allah yang memiliki makna lokal misalnya God, Tuhan, Gusti, Pengeran. Nama-nama itu bisa diterjemahkan dalam berbagai bahasa dan bersifat mumkin yang bisa jadi ada bisa jadi tidak. Bahkan bisa jadi nama-nama itu selalu berubah sesuai dengan perkembangan bahasa dan tempat, itu tandanya bahwa mereka, nama-nama itu adalah makhluk, yang berasal dari makhluk yang selalu berubah-ubah.



Di wilayah lain juga muncul nama X sebagai misal, nama inipun nama makhluk yang menyembah Allah.Kenapa mereka menyembah X, sedangkan X menyembah Allah?.Jika X berkehendak sampai kepada Allah maka iapun wajib memasuki agamanya Muhammad saw yang mengikuti Agama Ibrahim As yaitu agama yang hanif-Islam. X dan semua X selain Allah adanya di alam mistal-ia makhluk.





Berbeda dengan Nama “Allah”. Tak akan pernah berubah sampai akhir jaman bahkan ketika seluruh alam semesta ini hancur lebur tak tersisa bahkan sampai alam ruh yang dikekalkan itu dicabut kekekalanya olah Allah, Nama Allah itu Qodim, tetap disebut oleh Zat-NYA sendiri dan akan selalu disebut-sebut.



Nama Allah juga tak bisa diterjemahkan, karena Dia itu bukan bunyi bukan kata,bukan bahasa,bukan huruf nama Allah juga tidak bisa dimaknakan, diartikan dalam bentuk maupun makna-makna baru yang bersifat bahasa makhluk.



Sebagai iktibar agar mendekatkan pemahaman; bunyi suara jengkerik, bunyi kendang, bunyi sura burung, dimana-mana, sejak dulu sampai sekarang sama tidak akan pernah berubah namun apakah kita bisa mengartikan bunyi-bunyian itu kedalam bahasa manusia, tidak!. Hanya Allah yang bisa mengartikanya. Semua makhluk bertasbih, termasuk kendang, seruling, gitar, hewa-hewan dan seluruhnya seperti batu, gunung, angin, api, air, tanah dll.



Nama Allah juga bukan gabungan dari dua kata, itu hanya imaginasi orang-orang sastra. Nama Allah itu ada sebelum adanya kata, sebelum adanya manusia, sebelum adanya alam semesta, tidak berhuruf, tidak berbahasa. Sebelum ada kata “Al dan Ilah” nama Allah itu sudah berkibar disebut-sebut oleh-Nya.



Nama Allah itu sendirian tidak ada nama selain nama Allah, tidak ada apa apa selain nama Allah yang ada pada Zat-Nya, Sifat-Nya dan Perbuatan-Nya.



Semua nama hancur fana ketika berhadapan dengan nama Allah.Jadi keliru ketika menyebut Alam adalah Allah.Yang benar segala sesuatu hancur, fana Hanya Wajah Allah saja yang kekal.



Dan bertasbih semua yang dilangit dan dibumi dan mereka bersujud kepada Allah dengan ikhlas ataupun terpaksa.



Jika memahami nama Allah hanya sebatas nama seperti nama-nama lainya, maka wujud-Nya tidak akan pernah hadir kepada yang memanggil. Karena panggilan itu panggilan dusta sekalipun menggunakan kata Allah. Memahami nama Allah Yang Tinggi dengan benar, maka jika memanggilNya dengan nama itu, Dia akan hadir menjemput si pemanggil.



Ada yang mendengar namaNya
disebut bergetar hatinya
pingsan
lantas
 mati.



الحمدلله رب العلمين

Comments

Popular posts from this blog

Kalam Hikmah Syaikh Hizboel Wathony

SAJAK AKU

Matematika Tauhid 1