Istawa Alal Arsy



Allah Bersemayam Di Atas Arsy


Jika ada yang bertanya kenapa langit tidak runtuh walau tampa tiang?. 
Karena Allahlah tempat bergantung bagi segala sesuatu. Bahkan lapisan langit ketujuh yang disebut arsy Allah bergantung kepadaNya sehingga tidak menjadi runtuh.

Allah tidak bertempat sekalipun berada di atas arsy.
 Tetapi Allah Adalah Tempat bergantung, Tempat bersandar,
 Tempat berkeluh kesah bagi hambaNya.

     Saya setuju dan klik artinya  tentram menetap didalam hati ketika mursyidku mengatakan bahwa yang dimaksud Istawa Alal Arsy adalah Allah Meliputi arsyNya meliputi langit dan bumi.

“Ingatlah bahwa sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu.” (Fushshilat 41:54)

Jika kita bermain logika, logikanyapun sederhana mudah diterima.

          Dari Muawiyah bin Hakam As-Sulami -radhiyallahu ‘anhu- berkata: “Saya memiliki seorang budak wanita yang bekerja sebagai pengembala kambing di gunung Uhud dan Al-Jawwaniyyah (tempat dekat gunung Uhud). Suatu saat saya pernah memergoki seekor serigala telah memakan seekor dombanya. Saya termasuk dari bani Adam, saya juga marah sebagaimana mereka juga marah, sehingga saya menamparnya, kemudian saya datang pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ternyata beliau menganggap besar masalah itu. Saya berkata: “Wahai Rasulullah, apakah saya merdekakan budak itu?” Jawab beliau: “Bawalah budak itu padaku”. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Dimana Allah?” Jawab budak tersebut: “Di atas langit”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya lagi: “Siapa saya?”. Jawab budak tersebut: “Engkau adalah Rasulullah”. Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Merdekakanlah budak ini karena dia seorang wanita mukminah”.

          Rosulullah tidak menolak pendapat budak tersebut bahwa Allah diatas langit dan Belio membenarkan imannya. Dan kita telah sepakat bahwa bumi kita bulat, bayangkan jika orang yang berada di belahan bumi bagian timur  mengatakan Allah di atas langit  dan dalam waktu yang sama orang yang berada dibelahan bumi bagian barat mengatakan Allah diatas langit apakah Allah berpindah dari timur kebarat tentu tidak itu karena sifat Allah yang maha besar sehingga mampu meliputi langit dan bumi       dan    seolah-olah Allah ada mengelilingi bumi kita tampa berkelililing. Dan setiap orang dimanapun dia berada bisa mengatakan Allah di atas LANGIT tampa menodai sifat Allah. 

(Al baqoroh -115) Dan kepunyaan Allahlah Tintur dan Barat; maka ke mana jugapun kamu menghadap, di­sanapun ada wajah Allah;sesungguhnya Allah adalah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.

Karena Allah meliputi segala sesuatu sementara manusia dibatasi oleh arah dan tempat maka manusia butuh tempat dan arah  untuk menunjukan keberadaan Allah. Dan  Allah tidak mempersoalkan kemana manusia menghadap kepadaNya sebab  "Kepunyaan Allahlah Timur dan Barat; maka ke mana jugapun kamu menghadap, di­sanapun ada wajah Allah".

Dan Ingat " Allahu shomad"  yang artinya Allah Tuhan untuk bergantung bagi segala sesuatu yang ada di alam semesta, ayat ini juga menunjukan bahwa Allah berada di atas segala sesuatu. karena semua yang bergantung pasti posisinya dibawah.

dan Bukti dari liputan Allah terhadap hambanya adalah ayat:

Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada” [QS. Al-Hadiid : 4].

Dengan sifat ma'aniNya Allah meliputi (bersama) kita, Allah melihat apa yang kita kerjakan, Allah mendengar apa yang kita katakan, Allah mengetahui apa yang kita ketahui, dan seterusNya. dan tidak mungkin sifat terlepas dari zatNya

Jadi yang dimaksud Allah ada di atas langit atau bersemayam diatas arsy adalah Allah meliputi segala sesuatu yang ada di alam semesta dan tempat bergantung bagi segala sesuatu di alam semesta

Hasil gambar untuk alhamdulillah





Comments

Popular posts from this blog

Kalam Hikmah Syaikh Maulana Hizboel Wathony

SAJAK AKU